Gimana Ya Cara Menjaga Cashflow yang Baik?

FOODIZZ.ID – Bandung. Halo Kawan Foodizz bagaimana kabarnya? Semoga bisnisnya lancar selalu ya! Dalam bisnis kuliner, cashflow atau arus kas sangat penting untuk diperhatikan. Cashflow yang lancar belum tentu menandakan bisnis kuliner Kawan Foodizz berjalan dengan baik, begitupula sebaliknya. Ini terjadi karena laporan cashflow biasanya menyangkut semua barang, semua alat, semua stok bahan baku, yang memiliki nilai uang.

Ada banyak kasus di mana arus kas nya sangat baik, transaksi terlihat besar dan lancar dalam laporan tetapi malah berbentuk kredit, yang mana sangat beresiko untuk tidak dibayar. Ada juga yang cashflow terlihat sedikit sekali, tetapi penjualan lancar meskipun sedikit dan uangnya digunakan untuk modal kembali. Nah kembali ke pertanyaan utama, gimana ya cara menjaga cashflow dengan baik? Foodizz kasih tips nya ya!

Kelola Produk-Produk yang Laris

Ketika Kawan Foodizz membuka sebuah tempat makan, tentu saja tidak hanya menjual 1 menu makanan atau minuman dong? Pasti ada berbagai macam makanan dan minuman. Nah, selalu kelola produk-produk yang laris agar selalu menjadi best seller dan banyak konsumen yang akan pesan ulang. Pendapatan yang didapat dari menu yang laris tersebut akan membantu cashflow menjadi lebih positif, bahkan mungkin bisa dilakukan subsidi silang terhadap menu-menu lainnya.

Lakukan Prediksi Kurun Waktu Tertentu

Pebisnis harus bisa meramal? Wah ya tentu! Harus bisa meramal tapi bukan dengan ilmu-ilmu gelap ya, tapi dengan data-data serta laporan keuangan yang ada. Lakukan prediksi untuk melihat apakah bulan depan cashflow berjalan dengan baik atau tidak. Biasanya, prediksi bisa dilakukan dengan cara melihat pengeluaran dan pemasukan. Pengeluaran untuk membayar gaji karyawan, bayar sewa gedung, dan lainnya. Pengeluaran juga dari menu makanan best seller misalnya, atau pemasukan dari investor.

Dari adanya data-data tersebut, Kawan Foodizz diharapkan untuk bisa memprediksi bagaimana arus kas dapat berjalan dengan baik. Biasanya prediksi ini dilakukan untuk satu bulan ke depannya sehingga bisa direvisi jika terjadi sesuatu yang sangat genting.

Kelola Keuangan yang Masuk dan Keluar

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kelola keuangan yang masuk dan keluar dengan baik. Sesedikit apapun atau sebanyak apapun, tetap catat uang yang masuk dan keluar tersebut. Misalnya dalam satu hari mendapat laba sebesar lima ratus ribu, ya ditulis lima ratus ribu. Lalu kalau ada investor yang harus dibayar, tentu harus ditulis sebagai pengeluaran.

Jika Kawan Foodizz konsisten dalam melakukan pencatatan ini, dijamin sangat mudah untuk melakukan prediksi, juga bisa mendapatkan cashflow atau arus kas yang baik dari sisi pelaporan maupun sisi pertanggungjawaban.

Perhatikan Biaya Operasional

Biaya operasional bisa menjadi koin dua sisi, positif dan negatif. Positif dalam artian bahwa jika biaya operasional berjalan dengan baik, entah untuk pembayaran, pembelian, dan lainnya, menandakan bisnis berjalan dengan baik. Sementara itu negatif dalam artian bahwa pembayaran, pembelian, dan lainnya tersebut memiliki nilai terlalu besar. Berakibat pada banyaknya pengeluaran yang tidak perlu tapi tetap dilakukan.

Jaga biaya operasional agar selalu stabil, tidak terlalu besar dan tidak terlalu sedikit. Biasanya, biaya operasional yang terbesar ada di sektor gaji karyawan dan pembayaran bangunan. Itulah kenapa pilihlah tempat yang tidak terlalu besar ketika Kawan Foodizz baru memulai bisnis kuliner.

Di atas adalah beberapa tips yang bisa diterapkan oleh Kawan Foodizz untuk menjaga cashflow selalu baik setiap bulannya. Ingat, cashflow yang baik adalah yang selalu stabil setiap bulannya. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Jangan lupa juga untuk selalu mengurangi biaya operasional yang berlebihan.

Daftar Jenis Laporan Keuangan Bisnis Kuliner, Harus Tahu!

FOODIZZ.ID – Bandung. Bisnis kuliner adalah bisnis yang terkadang high risk – high return. Maksudnya adalah keuntungan tinggi berbanding lurus dengan resiko yang tinggi. Entah dari sisi luar seperti persaingan usaha dan banyaknya bisnis dengan konsep sama, maupun dari sisi dalam seperti karyawan tidak loyal dan adanya pencurian resep.

Itulah kenapa dalam bisnis kuliner, laporan keuangan sangatlah penting untuk dipersiapkan dan dibuat demi mencegah terjadinya kebangkrutan di masa mendatang, dan juga untuk selalu menjaga agar bisnis kuliner terus berkembang.

Laporan keuangan dalam bisnis kuliner terbagi dalam tiga laporan utama yang selalu menjadi basis utama dalam melihat apakah bisnis Kawan Foodizz sehat, tidak sehat, atau harus tutup. Laporan tersebut antara lain adalah Laporan Neraca Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Kas Keuangan.

Tiga laporan ini adalah pilar utama dalam bisnis apapun. Kuliner, Agensi, Transportasi, semua bisnis pasti menggunakan tiga pilar utama tersebut. Lalu apa saja bedanya? Mana yang lebih penting untuk dibuat terlebih dahulu? Yuk lanjut baca!

Laporan Neraca Keuangan

Laporan Neraca Keuangan atau yang biasa disebut Balance Sheet secara garis besar adalah laporan yang memperlihatkan sehat atau tidaknya kondisi keuangan yang dimiliki oleh perusahaan saat ini. Biasanya, laporan ini berisikan modal, jumlah aset, jumlah hutang dari bisnis yang sedang dijalankan. Oleh karena itu, laporan jenis ini harus benar-benar detail dalam mencatat segala sesuatunya, karena berkaitan erat dengan investor.

Dalam bisnis kuliner, laporan neraca keuangan ini dapat diperlihatkan ketika rapat per semester dengan investor sebagai laporan, ataupun sebagai pitchdeck untuk mendapatkan investor baru. Biasanya, hanya dengan laporan ini, investor dapat memprediksi bagaimana kondisi tahunan bisnis kuliner tersebut, apakah bisa sustain sampai saatnya tutup, apakah bisa balik modal di tahun tertentu.

Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi atau yang biasa disebut Profit & Loss (P&L) adalah laporan yang berisikan tentang keuntungan dan kerugian yang dialami oleh perusahaan. Baik secara bulanan, per tiga bulan, per enam bulan, dan per tahunnya.

Biasanya, laporan ini akan digunakan untuk evaluasi tim internal untuk mengetahui kondisi bisnis dalam kurun waktu tertentu, karena bisnis khususnya bisnis kuliner selalu berkembang dengan banyaknya pesaing dan inovasi berbagai macam makanan. Oleh karena itu, laporan P&L amat sangat dibutuhkan.

Ada beberapa komponen penting dalam laporan ini, seperti Pendapatan, COGS atau Harga Pokok Penjualan, dan Biaya Operasional. Tiga komponen ini nantinya akan ditarik menjadi sebuah kesimpulan yang mana memperlihatkan apakah bisnis kuliner yang sedang dilakukan mendapatkan laba atau mengalami kerugian.

Laporan Kas Keuangan

Laporan Kas Keuangan, biasa disebut Laporan Cashflow, juga menjadi komponen penting dalam laporan keuangan bisnis kuliner. Dalam laporan Cashflow, dapat terlihat kemana perputaran uang bisnis yang sedang dijalankan, untuk apa uang tersebut, bagaimana uang tersebut bisa menjadi lebih besar ataupun lebih kecil, dan lainnya.

Catat! Ini Dia Tips Atur Kas Bisnis Kuliner Ala Foodizz!

FOODIZZ.ID – Bandung. Dalam kehidupan sehari-hari, pasti selalu ada uang yang keluar dan masuk. Masuk dari gaji, keluar untuk membayar biaya bulanan. Tentu ini dialami semua orang, termasuk para pebisnis yang harus bisa membedakan antara uang pribadi dengan uang perusahaan.

Salah satu yang sering dialami pebisnis adalah tercampurnya uang pribadi dengan uang perusahaan, sehingga terjadi penyelewengan berujung pada korupsi. Itulah kenapa mengatur keuangan atau cashflow sangat penting dalam bisnis. Lalu bagaimana cara terbaik untuk mengatur kas keuangan bisnis khususnya bisnis kuliner? Tim Foodizz akan beritahu cara terbaiknya!

Kurangi Pengeluaran Tidak Jelas

Biasanya, para pebisnis kuliner pemula sering membeli peralatan dan perlengkapan yang sebenarnya memang diperlukan tapi belum saatnya membeli. Contoh, membuka coffeeshop kecil di daerah “murah”, tapi langsung membeli mesin kopi harga ratusan juta. Contoh lain adalah membuka restoran spesialisasi makanan luar negeri tapi di tempat yang orang lebih suka makanan daerah. Buang-buang uang kan? Beli mesin kopi ratusan juta tidak terpakai, sewa bangunan langsung beberapa tahun malah tidak balik modal.

Perhatikan dengan seksama apa saja pengeluaran yang harus dilakukan saat ini. Membeli peralatan kebersihan, membeli kursi plastik, melengkapi ornamen dengan barang-barang klasik misalnya. Itu bisa menekan budget sambil menarik pelanggan untuk datang. Kalau sudah berjalan lebih dari 3 tahun dan bisnis stabil, barulah membeli perlengkapan dan peralatan yang mahal.

Bedakan Uang Pribadi dan Uang Bisnis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, beberapa orang memiliki kecenderungan untuk menyatukan uang pribadi dan uang bisnis, sehingga tercampur dan malah bingung ketika melakukan pencatatan. Ini bisa berakibat fatal ketika bisnis sudah harus berkembang tapi tidak ada uangnya. Berakibat fatal seperti bangkrut.

Pisahkan uang bisnis dengan uang pribadi. Caranya? Bisa dengan membuat nomor rekening baru, bisa dengan menyimpan uang bisnis di brankas. Pokoknya selalu pisahkan uang pribadi dengan uang bisnis ya, Kawan Foodizz! Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Buat Rencana Pengeluaran atau Budgeting

Perencanaan pengeluaran juga penting loh Kawan Foodizz untuk menghindari pengeluaran yang tidak dibutuhkan! Misalnya di Oktober sudah direncanakan untuk menambah karyawan dan membeli peralatan dapur, di November sudah direncanakan untuk bayar sewa gedung dan sewa lahan parkir, dan bulan-bulan selanjutnya.

Kalau ada revisi bagaimana? Mohon maaf, tim Finance harus berani untuk menolak dan mengatakan bahwa rencana pengeluaran adalah hal yang saklek, tidak bisa diubah kecuali sudah benar-benar genting dan tidak ada cara lain. Itulah kenapa dalam perencanaan, harus riset terlebih dahulu, selalu evaluasi, dan pertahankan pemasukan serta pengeluaran agar terhindar dari kejadian-kejadian mendadak dan tidak mengenakkan.

Itulah beberapa tips yang bisa tim Foodizz berikan untuk Kawan Foodizz yang sedang berjuang untuk mengumpulkan pundi-pundi Rupiah. Ingat, semua tips dan trik di atas bisa dilakukan dengan satu kata kunci yaitu konsistensi. Jika tidak konsisten, mau sebesar apapun bisnis kulinernya, seramai apapun dan seterkenal apapun makanan yang dijual, jika tidak konsisten untuk melakukan beberapa tips bisnis kuliner di atas, dijamin tidak akan berhasil.