Ini Dia 3 Cara Hadapi Komplain Pelanggan Buat Kamu Si Grogi!

FOODIZZ.ID – Bandung. Restoran kamu sudah besar, pelanggan sudah banyak hilir mudik datang setiap jam. Akan tetapi dalam jam-jam tersebut selalu ada yang melayangkan komplain, entah mengenai rasa ataupun kecepatan penyajian makanan. Bahkan tidak sedikit yang tiba-tiba komplain di sos-med padahal ketika ditanyakan oleh Head Waitress, tidak ada komplain sama sekali. Tipe konsumen seperti ini yang kadang membuat pusing pemilik bisnis kuliner.

Dalam artikel kali ini, Foodizz coba berikan 3 cara hadapi komplain pelanggan ya. Nah buat pebisnis kuliner yang sering grogi ketika menghadapi komplain, artikel ini wajib dibaca banget!

1. Dengarkan & Catat

Jika kamu bertindak sebagai pemilik utama bisnis, katakanlah direktur utama kuliner, jika ada konsumen yang langsung komplain kepada mu, hadapi dengan santai. Dengarkan keluh kesah mereka mengenai makanan yang dihidangkan ataupun kecepatan penyajian makanan. Dengarkan, dengarkan, dengarkan.

Setelah mendengarkan dengan baik, catat semua keluhan dari konsumen tersebut dan bisa dijadikan evaluasi di akhir bulan atau bahkan langsung di akhir shift.

Nah buat yang bertidak sebagai waitress, lakukan hal yang sama ya. Jangan pernah membantah konsumen ketika mereka sedang dalam puncak emosinya. Biarkan mereka marah-marah terlebih dahulu, baru kita jelaskan kondisi yang sedang terjadi.

2. Simulasi Setiap Hari

Karyawan yang bertindak di bagian depan restoran, harus sering diberikan pelatihan mengenai komplain pelanggan. Tidak semua karyawan bisa langsung menerima komplain dan tidak semua karyawan bisa menahan emosi ketika konsumen datang dan langsung marah-marah.

Semua bisa dibentuk dan “dibiasakan” dalam bentuk study case atau studi kasus. Jika pelanggan marah karena A, bisa dihadapi dengan B, misalnya.

3. Cepat Ambil Keputusan

Jika komplain yang terjadi sudah sangat parah, misalnya makanan tidak datang dalam waktu 2 jam padahal hanya pesan ayam geprek, sudah tentu harus diberikan treatment spesial ya Sahabat Foodizz! Karena hal ini pasti akan membuat konsumen tidak mau datang lagi.

Kamu sebagai manajer atau pemilik bisnis, harus ambil keputusan cepat dan tepat agar konsumen tidak semakin marah. Prioritaskan konsumen terlebih dahulu meskipun kadang kesalahannya dibuat oleh mereka sendiri. Ambil keputusan di sini bisa berbentuk voucher, atau diskon, atau bahkan jika hampir kriminal, bisa diusir keluar restoran.

Ya begitulah Sahabat Foodizz. Komplain pasti akan selalu terjadi meskipun semua sudah memiliki SOP dengan baik. Sekelas jaringan makanan cepat saji pun pasti akan ada komplain-komplain setiap harinya. Jangan menyerah dan tetap semangat ya! Jika kamu sudah mau menyerah, serahkan ke Foodizz dengan klik link ini ya!

Baru Mulai Bisnis Catering? Ini loh 4 Cara Buat Promosikan Bisnis Catering kamu!

FOODIZZ.ID – Bandung. Semenjak pandemi 2020 lalu, banyak katering-katering rumahan yang berkembang, karena adanya batasan untuk keluar rumah sementara perputaran uang pun harus tetap dilakukan. Katering-katering rumahan ini di tahun 2023 banyak yang masih bertahan dan berkembang lebih luas, banyak pula yang akhirnya sudah bubar. Hal ini tentunya dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah bagaimana cara mempromosikan bisnis katering tersebut.

Foodizz sebagai edukator bisnis kuliner terbesar di Indonesia, akan memberikan 4 cara promosi yang baik dan benar untuk bisnis katering kamu. Ini nggak cuma buat katering rumahan aja ya, tapi juga buat katering skala besar. Berikut tips-tips nya!

1. Promosi GRATIS

Bagi yang baru memulai, memang betul membutuhkan modal cukup besar untuk membuka katering baik rumahan maupun skala besar. Salah satu cara yang mudah untuk menarik konsumen adalah dengan memberikan PROMOSI GRATIS KATERING untuk beberapa perusahaan atau individu.

Promosi tersebut bisa dilakukan setelah deal dengan konsumen, misalnya beli 100 box gratis 50 box, atau bisa juga sebelumnya. Jadi memberikan semacam tester dengan harapan konsumen tersebut akan langsung deal untuk jangka waktu beberapa bulan.

2. Minta Pendapat & Testimoni

Misalnya kita sebagai pemilik bisnis sudah memberikan produk gratis terhadap beberapa perusahaan atau individu, minta pendapat mereka mengenai produk yang kita berikan. Terima masukan baik kritik ataupun saran dari mereka, agar bisnis kita bisa semakin berkembang. Misalnya dari sisi rasa ada yang kurang pedas, atau malah terlalu pedas. Dari sisi kemasan ada yang bocor, dengarkan semua itu dan pasti bisnis kamu akan semakin berkembang!

Jangan lupa juga untuk minta ijin pada mereka, jika ada testimoni yang bagus akan di-upload di Instagram atau Tiktok. Hal ini akan membantu katering kamu semakin berkembang.

3. Buatlah Akun Sosial Media

Jaman sekarang, sosial-media menjadi hal yang tidak bisa dilepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Banyak referensi makanan muncul dari sana, begitupula tren-tren apa yang sedang terjadi.

Tugas kita sebagai pemilik bisnis katering adalah mengikuti tren tersebut, atau bahkan membuat tren agar bisa terus bertahan dengan gempuran bisnis katering lain. Itulah pentingnya membuat branding di sosial-media.

4. Referral atau Promo Terbaru

Misalnya bisnis katering kamu sudah deal dengan perusahaan besar, pemesanan 500 box setiap harinya, berikanlah mereka promo-promo. Misalnya pembelian 500 box bulan pertama akan mendapat diskon 20% di pembelian setiap bulan genap, atau promo lain yang menarik.

Untuk referral, biasanya lebih cocok pada konsumen individu. Misal ada konsumen yang menawarkan produk kamu ke teman-temannya, konsumen tersebut akan mendapatkan 5% dari hasil penjualan.

Foodizz sudah berikan 4 tips penting dalam perkembangan katering kamu. Apa harus dilakukan? Harus dong kalau mau berkembang pesat! Nah kalau sudah dilakukan tapi masih stuck? Bisa banget hubungi Foodizz di Bandung. Datang ke kantor langsung bisa kok! Bisa klik link disini ya biar lebih detail informasinya!

Mau belajar bisnis kuliner dari nol? Sekaligus dibimbing oleh mentor berpengalaman? Semua materi akan dikupas tuntas sesuai real case brand-brand besar bisnis kuliner melalui workshop di bawah ini :


Setiap batch nya selalu full seat loh Kak Apalagi seat nya terbatas! Buruan kunci seat nya jangan sampai orang lain yang ambil, silahkan hubungi CS Foodizz melalui link di bawah ini

3 Cara Bikin Kemasan Ini Bakal Bikin Bisnis Kuliner Kamu Berkembang Loh!

FOODIZZ.ID – Bandung. Sebagai pebisnis kuliner, apapun akan kita lakukan agar bisnis kita semakin berkembang ke arah yang lebih baik. Dari mulai mengundang influencer, promo-promo diskon bulanan, sampai mengeluarkan menu-menu unik nan menarik. Nah ternyata, ada loh cara lain yang bisa dilakukan agar bisnis kuliner kita semakin berkembang, yaitu membuat packing atau bungkus yang eye catching.

Bungkus atau kemasan produk secara tidak langsung akan mempengaruhi persepsi konsumen untuk membeli makanan atau minuman yang dijual. Bisa saja hanya minuman Es Tebu tapi dikemas dengan botol yang menarik, bisa mendatangkan seribu lebih pembeli setiap harinya. Bisa saja Wagyu A5 yang terkenal akan harganya, dikemas dengan bungkus daun pisang, malah konsumen jadi malas untuk membeli.

Nah oleh karena itu, Foodizz Bandung akan berikan 3 cara bikin kemasan agar bisnis kuliner kamu berkembang! Berikut cara-cara yang Foodizz berikan.

1. Ukur Kemasan Agar Sesuai

Bayangkan kamu menjual gado-gado porsi normal, tapi pakai packaging untuk dimsum dengan isi 50 biji. Sudah tentu tidak cocok kan? Nah itu dia. Kemasan yang digunakan harus sesuai ukurannya dengan apa yang dijual. Misalnya mau jual Es Tebu ukuran 1 liter, tidak mungkin menggunakan botol 500ml, kecuali memang dijual dalam ukuran 500ml tersebut.

Ingat, jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil ya. Usahakan buat kemasan dengan standar food grade juga!

2. Warna & Desain Keren

Kemasan yang digunakan adalah yang menjual. Maksudnya menjual di sini adalah dengan sekali lihat, orang sudah pasti akan membeli produk tersebut. Gunakan warna-warna unik dan menarik seperti warna kontrak hitam-kuning-merah. Jangan lupa tempelkan logo yang menarik jika packaging yang digunakan masih sebatas kotak sederhana.

Untuk desain pun begitu. Jika kita sudah mantap berbisnis, harus menggunakan custom packaging agar merek kita semakin terkenal, juga para calon konsumen akan lebih gampang mencari produk kita di pasaran.

3. Masukkan Informasi Jelas

Terakhir, masukkan informasi yang jelas tentang produk yang Sahabat Foodizz jual. Apakah itu logo halal, atau ijin MUI, atau informasi gizi. Semua harus dicantumkan ya agar konsumen yakin untuk membeli produk yang kamu jual.

Di atas adalah 3 cara bikin bikin kemasan agar bisnis kuliner kamu berkembang. Nah di Foodizz sendiri, ada loh vendor-vendor yang memang biasa untuk membuat packaging tersebut. Penasaran? Kamu bisa klik link ini ya untuk info lebih lanjut!

Berikut 4 Panduan Merekrut Karyawan Profesional Bergaji Besar

FOODIZZ.ID – Bandung. Bisnis kuliner berskala besar biasanya tidak mau merekrut karyawan dengan level fresh graduate untuk level manajerial atau staf senior. Biasanya mereka akan merekrut karyawan dengan pengalaman lebih dari 4 tahun dan atau memiliki keahlian di bidang tertentu, sehingga bisa membuat perusahaan menjadi lebih berkembang dari segi laba maupun nama.

Dengan merekrut karyawan profesional yang punya pengalaman lengkap nan mantap, sudah tentu membutuhkan biaya yang besar untuk merekrut karyawan tersebut. Karena karyawan profesional biasanya sudah terbiasa memperhitungkan gaji, fasilitas, dan keuntungan-keuntungan lain yang akan mereka dapatkan.

Dalam artikel kali ini, Foodizz akan berikan 4 panduan merekrut karyawan profesional bergaji besar. Apa saja tips dan trik nya? Berikut daftarnya.

1. Apa Tujuan Rekrut Karyawan Tersebut ?

Apa tujuan merekrut karyawan dengan level profesional yang biasa disebut Pro Hire? Hanya ingin menambah jumlah karyawan atau ada agenda lain? Hal tersebut harus diperjelas dengan argumen serta data-data yang dibutuhkan. Apakah karyawan profesional tersebut bisa menambah laba perusahaan, atau apakah karyawan profesional tersebut bisa memperluas lini bisnis anda? Silahkan dirapatkan dengan jajaran manajemen.

Pada intinya, dalam perekrutan tersebut harus jelas motif serta tujuannya apa. Jika hanya sekedar “membawa saudara dari A atau B”, sebaiknya jangan dilakukan.

2. Cek Pengalaman & Proyek yang Dikerjakan

Karyawan profesional berbeda dengan fresh graduate. Mereka punya pengalaman-pengalaman yang tidak bisa dihiraukan. Ada yang bertahun-tahun di bidang perminyakan misal, atau menjadi ahli di bidang digital marketing. Ini juga harus diperhatikan mengingat gaji yang mereka minta juga tidak main-main.

Selain periksa pengalaman, periksa juga proyek-proyek yang mereka pernah lakukan. Misalnya jika ahli dalam digital marketing, cek akun IG atau sosmed campaign apa saja yang sudah dilakukan. Lalu berhasil atau tidak dari campaign tersebut.

3. Track Record Pekerjaan Sebelumnya

Jaman sekarang, judul atau judi online menjadi momok bagi semua kalangan, termasuk para pemilik bisnis. Sudah banyak karyawannya yang menjadi korban dari kegiatan negatif tersebut. Oleh karena itu, periksa dengan detail track record calon karyawan tersebut. Apakah pernah melakukan fraud atau penggelapan, apakah pernah berseteru dengan manajerial atau atasan, dan lainnya.

Lalu poin yang paling penting adalah yang terakhir, yaitu:

4. Gaji & Fasilitas

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, karyawan profesional sudah paham mengenai hak mereka. Salah satunya adalah gaji dan fasilitas apa yang akan didapatkan ketika bergabung.

Oleh karena itu, kita sebagai recruiter juga harus mengerti kebutuhan dan keinginan mereka. Hal ini tentunya bisa dibicarakan dengan baik. Kita sebagai recruiter juga tidak boleh terlalu memaksa keinginan kita, jika calon karyawan tersebut memiliki kualifikasi di atas rata-rata dan ingin gaji serta fasilitas sepadan.

Di atas adalah 4 panduan untuk merekrut karyawan profesional bergaji besar. Bagi para pebisnis kuliner yang ingin konsultasi mengenai hal ini, bisa menghubungi Tim CS Foodizz untuk mengikuti Private Mentoring. Langsung klik link ini ya!

3 Alasan Pemilik Bisnis Wajib Melakukan Pertemuan Bulanan

FOODIZZ.ID – Bandung. Dalam skala kecil, bisnis kuliner biasanya hanya terdiri dari pemilik utama dan 3 atau 5 karyawan. Masing-masing karyawan difokuskan pada bagian dapur, kasir, pembukuan, waitress, dan kebutuhan lain. Akan tetapi beda cerita jika bisnis kuliner yang dimiliki sudah berskala besar dan memiliki lebih dari 50 karyawan. Harus ada pembagian tugas yang lebih detail serta struktur organisasional lebih ajeg atau paten, sehingga masing-masing akan fokus pada pekerjaannya.

Sebagai pemilik bisnis utama, katakanlah direktur utama, sudah tentu tidak bisa melakukan pekerjaan operasional di level karyawan biasa, ataupun pengawasan level manajer. Semua harus dilakukan melalui Helicopter View yang mana membutuhkan masukan-masukan dari para manajer atau supervisor.

Inilah kenapa Monthly Meeting atau pertemuan bulanan harus dilakukan. Berikut 3 alasan utama kenapa kegiatan tersebut harus dilakukan rutin setiap bulannya :

1. Pengecekan Laba & Rugi dan Pencocokan Keuangan

Di jaman sekarang, sudah banyak perusahaan yang menjual sistem POS (Point of Sales). Dengan adanya POS, pemilik bisnis utama bisa mengecek bagaimana keuangan harian dari restoran atau kafe yang dimilikinya. Sistem ini juga bisa digunakan untuk prediksi apakah bisnis berjalan dengan lancar atau sedang mengalami kendala.

Jika pemilik bisnis tidak melakukan hal ini. Sudah tentu akan berakibat fatal. Bisa-bisa bisnis yang baru dibentuk dalam waktu kurang dari satu tahun, hancur dalam waktu 1 bulan saja.

2. Pembuatan Program atau Produk Baru Untuk Menarik Pelanggan

Adanya rapat bulanan bisa memberikan kesempatan pada semua manajer atau supervisor yang hadir untuk memberikan masukan-masukan mengenai jenis produk atau program apa yang bisa dibuat di restoran tersebut. Katakanlah bulan Oktober mengalami lonjakan, berarti bulan November bisa dilakukan program diskon dengan tema tertentu. Bisa juga dengan ramainya menu Sate, manajer mengusulkan untuk mengeluarkan menu Sate Maranggi.

3. Prediksi Tantangan & Mendengar Kritik-Saran Konsumen

Selain memeriksa keuangan, juga pembuatan program-program baru, pemilik bisnis dan manajer harus bisa memprediksi tantangan apa yang akan terjadi kedepannya. Misalnya di bulan Oktober laba berkurang 10% padahal sudah melakukan promosi tertentu, berarti ada tantangan tertentu yang sepertinya akan terjadi di November atau bahkan Desember.

Tidak hanya itu, suara-suara konsumen juga harus turut didengarkan sehingga pemilik bisnis serta jajaran manajemen pun bisa memprediksi tantangan yang akan datang. Misalnya dari segi rasa, restoran sebelah memiliki rasa lebih manis sementara restoran kita memiliki rasa lebih tawar.

Dengan adanya 3 alasan utama tersebut, sebaiknya pemilik bisnis utama harus lebih berkomunikasi lagi dengan manajerial agar tercipta kerjasama yang lebih baik dan lebih mantap. Ada kesulitan? Foodizz siap membantu dengan kelas-kelas yang dimiliki oleh Foodizz. Penasaran kelas apa saja? Silahkan klik link di sini ya!