FOODIZZ.ID – Bandung. Sebelum memulai bisnis kuliner. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Pemodalan untuk beberapa bulan ke depan, persiapan pengeluaran biaya tidak terduga seperti “keamanan”, lalu mitigasi ketika bisnis sepi dan penggajian pegawai. Jika semua faktor tersebut sudah diperhatikan tetapi bisnis kita masih sepi, berarti ada satu faktor yang tertinggal, yaitu pemilihan lokasi.
Lokasi berjualan menjadi faktor krusial selain modal usaha di masa sekarang. Lahan-lahan kecil sudah banyak yang disulap menjadi foodcourt atau pujasera. Untuk Kawan Foodizz yang tinggal di Bandung, pasti sudah lihat Jalan Lengkong Kecil bukan? Jalan yang awalnya tidak punya nilai ekonomis apapun, sekarang menjadi sentra kuliner yang selalu ramai di akhir pekan. Inilah pentingnya memilih lokasi yang tepat dan pas untuk bisnis kuliner Kawan Foodizz. Nah, kira-kira apa ada tips atau trik bagi pebisnis pemula? Tentu Fodizz punya. Check it out!
Kenali Bisnismu!
Kawan Foodizz ingin jual makanan basah, katakanlah bakso, tetapi buka di tempat yang mayoritas masyarakatnya tidak suka bakso. Apa yang terjadi? Bisa 2:1, 2 sepi dan 1 ramai. Itulah mengapa sebelum memilih lokasi yang baik, kenali dulu bisnis Kawan Foodizz. Kenali produknya, kenali lingkungannya. Jika sudah mengenali, pasti akan mudah untuk menentukan di mana Kawan Foodizz akan berjualan.
Jangan Buru-Buru
Sudah mengenali bisnis Kawan Foodizz? Yuk coba lihat lokasi. Anggap saja kita mau buka warung bakso di Dipatiukur. Sudah oke semua dan tinggal bayar sewa, eh baru kepikiran untuk bagaimana parkirnya, baru terpikir untuk biaya lain-lainnya.
Kalau sudah begitu bagaimana? Itulah mengapa jangan buru-buru menentukan lokasi. Baiknya perhatikan flow lalu lintasnya bagaimana, atau lahan parkirnya bagaimana. Diperiksa kembali juga kontrak antara Kawan Foodizz dengan pemilik lahan. Perhatikan seksama, atau sekalian dibawa ke kantor Notaris juga tidak masalah, agar tidak terjadi penyimpangan di kemudian hari.
Sesuaikan Target Bisnis
Sudah buka warung bakso di Dipatiukur. Semua kontrak sudah aman karena sudah legalisir oleh Notaris, lahan parkir pun sudah aman dan tidak ada kendala. Lalu apa lagi? Nah, periksa apakah bisnis Kawan Foodizz sudah sesuai dengan lingkungannya.
Dipatiukur adalah tempat yang punya banyak kuliner relatif murah, rata-rata sekitar Rp 15.000 saja. Lalu, apakah bakso yang Kawan Foodizz jual akan di atas harga tersebut? Atau di bawahnya? Coba pikirkan matang-matang. Sesuaikan dengan target konsumen yang akan dilirik. Mahasiswa misalnya, atau karyawan kantoran misalnya. Kalau di lingkungan karyawan, mungkin bisa jual dengan harga Rp 25.000 seporsi atau lebih. Tentunya dibarengi rasa yang sesuai, jangan hanya sekedar manis di bibir saja.
Itulah beberapa tips dan trik yang bisa diberikan oleh Foodizz untuk Kawan Foodizz yang sedang berjuang untuk cari lokasi pertama bisnis kulinernya. Ingat, kenali bisnisnya terlebih dahulu, jangan buru-buru dan kalau perlu ajak Notaris untuk cek keabsahan dokumen-dokumen yang ada. Terakhir, jangan lupa untuk sesuaikan harga dengan target pasar yang Kawan Foodizz incar. Jika dirasa harga terlalu tinggi bisa diturunkan, jika terlalu rendah bisa dinaikan, atau mungkin bisa dibuat paket bundling.






