Ini Dia, Cara Jitu Buka Cabang Tanpa Modal!

FOODIZZ.ID – Bandung. Halo Kawan Foodizz! Bagaimana kabarnya semoga sehat selalu ya! Sekarang, siapa yang sudah punya bisnis kuliner dan pingin ekspansi? Tentunya hampir semua pebisnis kuliner mau untuk ekspansi, tapi terkadang selalu mentok di satu hal. Apa itu? Ya betul. Modal usahanya. Modal belum terkumpul tapi konsumen sudah antri, akibatnya timbul dilema antara membuka cabang atau mau tidak mau mengurangi konsumen yang datang.

Sering lihat lapak-lapak minuman yang harganya murah dan cabangnya banyak? Pernah kepikiran nggak bagaimana cashflow mereka sampai bisa buka cabang banyak banget? Meskipun hanya modal sepeda dengan gerobak, tentunya pakai uang dan tidak sedikit. 1 buah gerobak saja butuh biaya sekitar lima sampai enam jutaan, belum lagi kalau ditambah perintilan seperti modifikasi jadi sepeda, dan lainnya.

Kembali ke awal, modal mentok tapi konsumen menumpuk. Apa bisa buka cabang tanpa modal banyak, atau bahkan tanpa modal sama sekali? Jawabannya adalah bisa! Caranya?

Ajak Investor Untuk Mengembangkan Bisnis

Investasi tidak hanya melulu tentang saham, tentang reksadana atau bahasa keuangan lain. Bisnis kuliner juga bisa menerima investasi loh! Bisa berupa uang secara utuh, atau kepemilikan berapa persen dalam keuntungan, dan lainnya. Salah satu cara untuk membuka cabang bisnis kuliner tanpa modal besar adalah ajak dan rayu investor untuk masuk.

Jelaskan produk kuliner Kawan Foodizz apa, bagaimana prospek dan keuntungannya, apa saja kelebihan dan kekurangannya, serta jelaskan juga rintangan yang sedang dihadapi. Jika investor sudah tertarik dengan pitchdeck atau paparan yang Kawan Foodizz buat, dijamin mereka akan langsung investasi ke bisnis Kawan Foodizz! Tapi ingat, tetap junjung rasa jujur dan tanggungjawab ya!

Penggalangan Modal

Katakanlah Kawan Foodizz punya sebuah UMKM yang bergerak untuk membantu lingkungan, khususnya yang kurang mampu tapi punya kemampuan, misalnya pabrik kerupuk atau pengolahan ikan asin. Metode penggalangan modal atau yang modern ini disebut Crowdfunding adalah salah satu metode tercepat untuk mengumpulkan modal. Bisa gunakan sosial-media, bisa menggunakan platform seperti KitaBisa, dan lainnya.

Nantinya, para penyumbang juga harus diberitahu untuk apa saja uang yang sudah terkumpul akan digunakan. Misalnya untuk menggaji karyawan, atau untuk memperluas tempat kerja, bisa juga untuk dibelikan peralatan dan perlengkapan dapur yang lebih baik.

Jual Bentuk Franchise

Ada cara terakhir yang bisa juga dilakukan, yaitu buka mitra atau franchise. Misalnya Kawan Foodizz punya bisnis kuliner dimsum goreng yang merk nya sudah terdaftar, ya jual saja nama merk tersebut ke orang yang ingin untuk punya bisnis kuliner. Katakanlah jual dengan harga Rp 40.000.000, dengan paket merk, gerobak, resep, karyawan, atau apapun yang sekiranya cocok untuk dijadikan bundling.

Di atas adalah beberapa cara untuk ekspansi bisnis kuliner tanpa modal yang besar, atau bahkan tanpa modal sama sekali! Menarik untuk dicoba bukan? Praktik-praktik di atas sudah jamak digunakan oleh para pebisnis kuliner baik skala kecil maupun besar. McD misalnya, beberapa di antaranya adalah franchise yang dibeli oleh perorangan, beberapa juga dimiliki oleh McD sendiri dengan bantuan investor.

Kapan Ya Waktu yang Tepat Untuk Buka Cabang Kuliner?

FOODIZZ.ID – Bandung. Setelah punya bisnis kuliner lebih dari 3 tahun, Pak Agus berkeinginan untuk membuka cabang setelah sekian lama. Banyak dari konsumen langganan juga sering membuka obrolan untuk buka cabang, bahkan sampai ada yang ingin berinvestasi. Ini adalah hasil dari jerih payah Pak Agus dalam membangun bisnis kuliner yang dimilikinya. Akan tetapi, Pak Agus kadang masih bimbang apakah buka cabang bisnis kulinernya adalah jalan terbaik untuk menambah pundi pemasukan, atau malah langkah yang salah karena akan lebih banyak tenaga yang dipekerjakan?

Di atas adalah beberapa kasus yang sering dialami oleh Kawan Foodizz, dan sering ditanyakan ketika Foodizz sedang membuka kelas-kelas offline, salah satunya adalah kelas MBK. Banyak kasus seperti Pak Agus tadi yang sering ditanyakan. Lalu sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk buka cabang? Bagaimana agar tidak salah langkah? Akan Foodizz beritahu ya!

Sadar Diri

Pak Agus bisnis kulinernya sudah besar, sudah banyak konsumen repeat order yang selalu datang kembali, sudah sering didatangi oleh pejabat setempat. Akan tetapi karena Pak Agus sudah cukup tua dan modal yang dimilikinya selalu berputar, agak sulit untuk membuka cabang baru meskipun warung yang dimilikinya sudah penuh sesak.

Harus apa? Tentu saja harus sadar diri. Sadar diri apakah sanggup untuk memiliki banyak karyawan, sadar diri apakah sanggup untuk tidak terjun langsung di lapangan dan lebih banyak berpikir manajerial, sadar diri apakah sanggup melihat cashflow yang banyak tanpa tergoda untuk menggunakannya. Itulah kenapa sebelum ekspansi bisnis kuliner, kenali dirimu sendiri terlebih dahulu. Jangan sampai serakah dan berakibat bisnis menjadi hancur semuanya.

Mantapkan Struktur Organisasi

Anggaplah Pak Agus sudah memiliki sikap dan mental tidak serakah, selalu berhati-hati dan lihai melihat situasi. Sudah saatnya Pak Agus untuk memantapkan struktur organisasi. Ini berarti harus menambah karyawan yang bertugas untuk menjadi Area Manager untuk mengawasi daerah tertentu misalnya, atau Store Manager untuk mengawasi langsung beberapa outlet atau warung yang dibuka oleh Pak Agus.

Pak Agus pun harus sudah berada di kedudukan lebih tinggi. Dari awalnya berfokus untuk memasak dan menjamu tamu, sekarang fokus pada bagaimana masing-masing warung memiliki pendapatan dan pengeluaran yang stabil. Jangan sampai karyawan dengan tugas memasak juga harus mengurusi keuangan. Itu adalah prinsip yang sangat salah. Ingat, struktur organisasi harus dibuat saklek dan mantap ya!

Rencana Jangka Panjang

Oke, Pak Agus sudah punya karyawan sesuai tugas dan tidak serakah. Selanjutnya adalah membuat rencana berjangka untuk bisnis kuliner tersebut. Rencana berjangka atau sering disebut Business Plan ini cukup penting untuk memprediksi atau memetakan kemana bisnis kuliner yang dimiliki Pak Agus bisa berkembang. Bisa ke arah berjualan franchise, bisa ke arah ekspansi atas nama sendiri, atau lainnya.

Business Plan juga bisa digunakan untuk presentasi kepada investor, agar mereka tahu bisnis kuliner ini akan dibawa kemana dan nantinya bertujuan sebagai apa. Selain itu, Business Plan juga penting agar perkembangan bisnis tetap terjaga dan tidak ngawur.

Jadi, Pak Agus setidaknya harus memiliki tiga indikator utama ketika ingin ekspansi bisnis kuliner. Pertama adalah kenali diri sendiri, kedua adalah buat struktur organisasi yang mantap dan stabil, ketiga adalah buat rencana berjangka. Jika tiga indikator ini sudah aman, niscaya Pak Agus bisa mengembangkan bisnisnya jauh lebih besar dibanding sekarang.

Mau belajar bisnis kuliner dari nol? Sekaligus dibimbing oleh mentor berpengalaman? Semua materi akan dikupas tuntas sesuai real case brand-brand besar bisnis kuliner melalui workshop di bawah ini :

Setiap batch nya selalu full seat loh Kak Apalagi seat nya terbatas! Buruan kunci seat nya jangan sampai orang lain yang ambil, silahkan hubungi CS Foodizz melalui link di bawah ini

8 Hal Yang Harus Disiapkan Dalam Membangun Bisnis Kuliner Dari Nol

Kuliner merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan. Di era yang serba praktis, orang sudah tidak mau repot lagi, tidak banyak keluarga yang sempat untuk menyajikan aneka masakan di rumah atau masak bersama karena kesibukan yang semakin banyak. Ceruk pasar kuliner yang semakin besar tentu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Namun apa yang harus dilakukan untuk bisa memulai bisnis kuliner? Berikut beberapa tips memulai bisnis kuliner dari nol yang bisa langsung temen-temen kuliner praktekan.

1. Bangun purpose yang kuat

  • Purpose tujuan yang besar dan mulia
  • Bisnis merupakan kendaraan kita untuk mencapai tujuan
  • Duit merupakan bensin dan bekal agar kendaraan kita berjalan
  • Tim adalah sopir dan penumpang yang akan pergi bersama ketujuan tersebut
  • Pesaing, konsumen, pemerintah, dll merupakan semua hal yang akan menjadi “teman” dalam perjalan tersebut

2. Siapkan mindset

  • Bisnis itu soal kerja keras
  • Bisnis itu soal belajar keras
  • Tidak ada jaminan untuk bisa sukses
  • 24 x 7 jam per week
  • Diragukan, di cemooh, dll itu biasa
  • Buang jauh-jauh rasa nyaman

3. Siapkan ilmu bisnis kuliner

Mengapa penting? Karena :

  • Ilmu untuk menyusun purpose
  • Ilmu untuk menjalankan kendaraan (bisnis)
  • Ilmu untuk mendapatkan dan mengelola bisnis dan bekal
  • Ilmu untuk berhadapan dengan pasar, pesaing, konsumen, dan semua kondisi kelak di perjalanan

4. Siapkan konsep produk yang kuat

  • Produk jual aja yg sudah tervalidasi
  • Produk yang tervalidasi kasih differensiasi yang kuat sehingga menjadi pilihan konsumen
  • Lakukan riset bagaimana mencari differensiasi tersebut
  • Lakukan develop produk dengan detail terkait differensiasi produk ini
  • Lakukan tes market
  • Ini tahap awal untuk UKM mencari kekuatan dari sisi produk terlebih dahulu, ke depan jika berkembang bisa mulai brand nya diarahkan untuk value yang lebih kuat seperti experience, motivasi, spirit, dll

5. Buat kalkulasi business plan yang detail

  • Wajib, jib wajib dan wajib
  • Kalkulasi detail semua angka mulai dari omzet, COGS, opex, profit, revenue stream, growth, sumber dana
  • Di E-course Foodizz ada kelas Membangun Bisnis Kuliner dari Nol di sana temen-temen bisa belajar soal ini
  • Cari mentor atau  advisor jika perlu untuk tahapan ini karena akan sangat menentukan banyak hal

6. Team lebih baik

  • Tim mempercepat semua proses sampai ke eksekusi
  • Bagi resiko dan bagi pusing
  • Membuat awareness lebih besar juga karena masing-masing orang punya circle
  • Tapi hati-hati semua harus hitam di atas putih, jgn hanya kata sepakat
  • Hanya punya purpose yang sama, jika tidak lebih baik tidak jadi

7. Siapkan sumber modal karena ini penting banget

Sumber modal ini bisa dari berbagai sumber

  • Dana sendiri
  • Dana udunan
  • Dana Angel Investor
  • Dana pinjaman komersial/ pribadi
  • Dana Crowdfunding (Syirka)
  • Dana Venture Capital
  • Kenapa duit penting?
  • Duit itu bensin untuk bisnis bisa jalan sesuai rencana bukan berjalan dulu ajah
  • Duit bisa membuat planning berjalan sesuai business plan sehingga punya peluang berhasil lebih baik karena sudah rapih dan sesuai plan sejak awal
  • Duit juga membuat kita lebih tenang menjalankan bisnis apalagi kita tentu membutuhkan dana untuk keperluan pribadi juga

8. Doa dan berserah diri

  • Karena pada akhirnya Allah yg tentukan hasilnya bukan kita
  • Kita butuh pertolongan Allah untuk menjalankan dunia bisnis
  • Dengan hal ini setidaknya semua jadi nilai ibadah untuk kita, jadi tidak pernah ada kata gagal di mata Allah
  • Hal inilah yang membuat kita akan terus bersyukur dengan semua hal yang sudah kita lalui dan jalankan

Ini Dia 3 Cara Hadapi Komplain Pelanggan Buat Kamu Si Grogi!

FOODIZZ.ID – Bandung. Restoran kamu sudah besar, pelanggan sudah banyak hilir mudik datang setiap jam. Akan tetapi dalam jam-jam tersebut selalu ada yang melayangkan komplain, entah mengenai rasa ataupun kecepatan penyajian makanan. Bahkan tidak sedikit yang tiba-tiba komplain di sos-med padahal ketika ditanyakan oleh Head Waitress, tidak ada komplain sama sekali. Tipe konsumen seperti ini yang kadang membuat pusing pemilik bisnis kuliner.

Dalam artikel kali ini, Foodizz coba berikan 3 cara hadapi komplain pelanggan ya. Nah buat pebisnis kuliner yang sering grogi ketika menghadapi komplain, artikel ini wajib dibaca banget!

1. Dengarkan & Catat

Jika kamu bertindak sebagai pemilik utama bisnis, katakanlah direktur utama kuliner, jika ada konsumen yang langsung komplain kepada mu, hadapi dengan santai. Dengarkan keluh kesah mereka mengenai makanan yang dihidangkan ataupun kecepatan penyajian makanan. Dengarkan, dengarkan, dengarkan.

Setelah mendengarkan dengan baik, catat semua keluhan dari konsumen tersebut dan bisa dijadikan evaluasi di akhir bulan atau bahkan langsung di akhir shift.

Nah buat yang bertidak sebagai waitress, lakukan hal yang sama ya. Jangan pernah membantah konsumen ketika mereka sedang dalam puncak emosinya. Biarkan mereka marah-marah terlebih dahulu, baru kita jelaskan kondisi yang sedang terjadi.

2. Simulasi Setiap Hari

Karyawan yang bertindak di bagian depan restoran, harus sering diberikan pelatihan mengenai komplain pelanggan. Tidak semua karyawan bisa langsung menerima komplain dan tidak semua karyawan bisa menahan emosi ketika konsumen datang dan langsung marah-marah.

Semua bisa dibentuk dan “dibiasakan” dalam bentuk study case atau studi kasus. Jika pelanggan marah karena A, bisa dihadapi dengan B, misalnya.

3. Cepat Ambil Keputusan

Jika komplain yang terjadi sudah sangat parah, misalnya makanan tidak datang dalam waktu 2 jam padahal hanya pesan ayam geprek, sudah tentu harus diberikan treatment spesial ya Sahabat Foodizz! Karena hal ini pasti akan membuat konsumen tidak mau datang lagi.

Kamu sebagai manajer atau pemilik bisnis, harus ambil keputusan cepat dan tepat agar konsumen tidak semakin marah. Prioritaskan konsumen terlebih dahulu meskipun kadang kesalahannya dibuat oleh mereka sendiri. Ambil keputusan di sini bisa berbentuk voucher, atau diskon, atau bahkan jika hampir kriminal, bisa diusir keluar restoran.

Ya begitulah Sahabat Foodizz. Komplain pasti akan selalu terjadi meskipun semua sudah memiliki SOP dengan baik. Sekelas jaringan makanan cepat saji pun pasti akan ada komplain-komplain setiap harinya. Jangan menyerah dan tetap semangat ya! Jika kamu sudah mau menyerah, serahkan ke Foodizz dengan klik link ini ya!

Baru Mulai Bisnis Catering? Ini loh 4 Cara Buat Promosikan Bisnis Catering kamu!

FOODIZZ.ID – Bandung. Semenjak pandemi 2020 lalu, banyak katering-katering rumahan yang berkembang, karena adanya batasan untuk keluar rumah sementara perputaran uang pun harus tetap dilakukan. Katering-katering rumahan ini di tahun 2023 banyak yang masih bertahan dan berkembang lebih luas, banyak pula yang akhirnya sudah bubar. Hal ini tentunya dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah bagaimana cara mempromosikan bisnis katering tersebut.

Foodizz sebagai edukator bisnis kuliner terbesar di Indonesia, akan memberikan 4 cara promosi yang baik dan benar untuk bisnis katering kamu. Ini nggak cuma buat katering rumahan aja ya, tapi juga buat katering skala besar. Berikut tips-tips nya!

1. Promosi GRATIS

Bagi yang baru memulai, memang betul membutuhkan modal cukup besar untuk membuka katering baik rumahan maupun skala besar. Salah satu cara yang mudah untuk menarik konsumen adalah dengan memberikan PROMOSI GRATIS KATERING untuk beberapa perusahaan atau individu.

Promosi tersebut bisa dilakukan setelah deal dengan konsumen, misalnya beli 100 box gratis 50 box, atau bisa juga sebelumnya. Jadi memberikan semacam tester dengan harapan konsumen tersebut akan langsung deal untuk jangka waktu beberapa bulan.

2. Minta Pendapat & Testimoni

Misalnya kita sebagai pemilik bisnis sudah memberikan produk gratis terhadap beberapa perusahaan atau individu, minta pendapat mereka mengenai produk yang kita berikan. Terima masukan baik kritik ataupun saran dari mereka, agar bisnis kita bisa semakin berkembang. Misalnya dari sisi rasa ada yang kurang pedas, atau malah terlalu pedas. Dari sisi kemasan ada yang bocor, dengarkan semua itu dan pasti bisnis kamu akan semakin berkembang!

Jangan lupa juga untuk minta ijin pada mereka, jika ada testimoni yang bagus akan di-upload di Instagram atau Tiktok. Hal ini akan membantu katering kamu semakin berkembang.

3. Buatlah Akun Sosial Media

Jaman sekarang, sosial-media menjadi hal yang tidak bisa dilepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Banyak referensi makanan muncul dari sana, begitupula tren-tren apa yang sedang terjadi.

Tugas kita sebagai pemilik bisnis katering adalah mengikuti tren tersebut, atau bahkan membuat tren agar bisa terus bertahan dengan gempuran bisnis katering lain. Itulah pentingnya membuat branding di sosial-media.

4. Referral atau Promo Terbaru

Misalnya bisnis katering kamu sudah deal dengan perusahaan besar, pemesanan 500 box setiap harinya, berikanlah mereka promo-promo. Misalnya pembelian 500 box bulan pertama akan mendapat diskon 20% di pembelian setiap bulan genap, atau promo lain yang menarik.

Untuk referral, biasanya lebih cocok pada konsumen individu. Misal ada konsumen yang menawarkan produk kamu ke teman-temannya, konsumen tersebut akan mendapatkan 5% dari hasil penjualan.

Foodizz sudah berikan 4 tips penting dalam perkembangan katering kamu. Apa harus dilakukan? Harus dong kalau mau berkembang pesat! Nah kalau sudah dilakukan tapi masih stuck? Bisa banget hubungi Foodizz di Bandung. Datang ke kantor langsung bisa kok! Bisa klik link disini ya biar lebih detail informasinya!

Mau belajar bisnis kuliner dari nol? Sekaligus dibimbing oleh mentor berpengalaman? Semua materi akan dikupas tuntas sesuai real case brand-brand besar bisnis kuliner melalui workshop di bawah ini :


Setiap batch nya selalu full seat loh Kak Apalagi seat nya terbatas! Buruan kunci seat nya jangan sampai orang lain yang ambil, silahkan hubungi CS Foodizz melalui link di bawah ini

Berikut 4 Panduan Merekrut Karyawan Profesional Bergaji Besar

FOODIZZ.ID – Bandung. Bisnis kuliner berskala besar biasanya tidak mau merekrut karyawan dengan level fresh graduate untuk level manajerial atau staf senior. Biasanya mereka akan merekrut karyawan dengan pengalaman lebih dari 4 tahun dan atau memiliki keahlian di bidang tertentu, sehingga bisa membuat perusahaan menjadi lebih berkembang dari segi laba maupun nama.

Dengan merekrut karyawan profesional yang punya pengalaman lengkap nan mantap, sudah tentu membutuhkan biaya yang besar untuk merekrut karyawan tersebut. Karena karyawan profesional biasanya sudah terbiasa memperhitungkan gaji, fasilitas, dan keuntungan-keuntungan lain yang akan mereka dapatkan.

Dalam artikel kali ini, Foodizz akan berikan 4 panduan merekrut karyawan profesional bergaji besar. Apa saja tips dan trik nya? Berikut daftarnya.

1. Apa Tujuan Rekrut Karyawan Tersebut ?

Apa tujuan merekrut karyawan dengan level profesional yang biasa disebut Pro Hire? Hanya ingin menambah jumlah karyawan atau ada agenda lain? Hal tersebut harus diperjelas dengan argumen serta data-data yang dibutuhkan. Apakah karyawan profesional tersebut bisa menambah laba perusahaan, atau apakah karyawan profesional tersebut bisa memperluas lini bisnis anda? Silahkan dirapatkan dengan jajaran manajemen.

Pada intinya, dalam perekrutan tersebut harus jelas motif serta tujuannya apa. Jika hanya sekedar “membawa saudara dari A atau B”, sebaiknya jangan dilakukan.

2. Cek Pengalaman & Proyek yang Dikerjakan

Karyawan profesional berbeda dengan fresh graduate. Mereka punya pengalaman-pengalaman yang tidak bisa dihiraukan. Ada yang bertahun-tahun di bidang perminyakan misal, atau menjadi ahli di bidang digital marketing. Ini juga harus diperhatikan mengingat gaji yang mereka minta juga tidak main-main.

Selain periksa pengalaman, periksa juga proyek-proyek yang mereka pernah lakukan. Misalnya jika ahli dalam digital marketing, cek akun IG atau sosmed campaign apa saja yang sudah dilakukan. Lalu berhasil atau tidak dari campaign tersebut.

3. Track Record Pekerjaan Sebelumnya

Jaman sekarang, judul atau judi online menjadi momok bagi semua kalangan, termasuk para pemilik bisnis. Sudah banyak karyawannya yang menjadi korban dari kegiatan negatif tersebut. Oleh karena itu, periksa dengan detail track record calon karyawan tersebut. Apakah pernah melakukan fraud atau penggelapan, apakah pernah berseteru dengan manajerial atau atasan, dan lainnya.

Lalu poin yang paling penting adalah yang terakhir, yaitu:

4. Gaji & Fasilitas

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, karyawan profesional sudah paham mengenai hak mereka. Salah satunya adalah gaji dan fasilitas apa yang akan didapatkan ketika bergabung.

Oleh karena itu, kita sebagai recruiter juga harus mengerti kebutuhan dan keinginan mereka. Hal ini tentunya bisa dibicarakan dengan baik. Kita sebagai recruiter juga tidak boleh terlalu memaksa keinginan kita, jika calon karyawan tersebut memiliki kualifikasi di atas rata-rata dan ingin gaji serta fasilitas sepadan.

Di atas adalah 4 panduan untuk merekrut karyawan profesional bergaji besar. Bagi para pebisnis kuliner yang ingin konsultasi mengenai hal ini, bisa menghubungi Tim CS Foodizz untuk mengikuti Private Mentoring. Langsung klik link ini ya!

3 Alasan Pemilik Bisnis Wajib Melakukan Pertemuan Bulanan

FOODIZZ.ID – Bandung. Dalam skala kecil, bisnis kuliner biasanya hanya terdiri dari pemilik utama dan 3 atau 5 karyawan. Masing-masing karyawan difokuskan pada bagian dapur, kasir, pembukuan, waitress, dan kebutuhan lain. Akan tetapi beda cerita jika bisnis kuliner yang dimiliki sudah berskala besar dan memiliki lebih dari 50 karyawan. Harus ada pembagian tugas yang lebih detail serta struktur organisasional lebih ajeg atau paten, sehingga masing-masing akan fokus pada pekerjaannya.

Sebagai pemilik bisnis utama, katakanlah direktur utama, sudah tentu tidak bisa melakukan pekerjaan operasional di level karyawan biasa, ataupun pengawasan level manajer. Semua harus dilakukan melalui Helicopter View yang mana membutuhkan masukan-masukan dari para manajer atau supervisor.

Inilah kenapa Monthly Meeting atau pertemuan bulanan harus dilakukan. Berikut 3 alasan utama kenapa kegiatan tersebut harus dilakukan rutin setiap bulannya :

1. Pengecekan Laba & Rugi dan Pencocokan Keuangan

Di jaman sekarang, sudah banyak perusahaan yang menjual sistem POS (Point of Sales). Dengan adanya POS, pemilik bisnis utama bisa mengecek bagaimana keuangan harian dari restoran atau kafe yang dimilikinya. Sistem ini juga bisa digunakan untuk prediksi apakah bisnis berjalan dengan lancar atau sedang mengalami kendala.

Jika pemilik bisnis tidak melakukan hal ini. Sudah tentu akan berakibat fatal. Bisa-bisa bisnis yang baru dibentuk dalam waktu kurang dari satu tahun, hancur dalam waktu 1 bulan saja.

2. Pembuatan Program atau Produk Baru Untuk Menarik Pelanggan

Adanya rapat bulanan bisa memberikan kesempatan pada semua manajer atau supervisor yang hadir untuk memberikan masukan-masukan mengenai jenis produk atau program apa yang bisa dibuat di restoran tersebut. Katakanlah bulan Oktober mengalami lonjakan, berarti bulan November bisa dilakukan program diskon dengan tema tertentu. Bisa juga dengan ramainya menu Sate, manajer mengusulkan untuk mengeluarkan menu Sate Maranggi.

3. Prediksi Tantangan & Mendengar Kritik-Saran Konsumen

Selain memeriksa keuangan, juga pembuatan program-program baru, pemilik bisnis dan manajer harus bisa memprediksi tantangan apa yang akan terjadi kedepannya. Misalnya di bulan Oktober laba berkurang 10% padahal sudah melakukan promosi tertentu, berarti ada tantangan tertentu yang sepertinya akan terjadi di November atau bahkan Desember.

Tidak hanya itu, suara-suara konsumen juga harus turut didengarkan sehingga pemilik bisnis serta jajaran manajemen pun bisa memprediksi tantangan yang akan datang. Misalnya dari segi rasa, restoran sebelah memiliki rasa lebih manis sementara restoran kita memiliki rasa lebih tawar.

Dengan adanya 3 alasan utama tersebut, sebaiknya pemilik bisnis utama harus lebih berkomunikasi lagi dengan manajerial agar tercipta kerjasama yang lebih baik dan lebih mantap. Ada kesulitan? Foodizz siap membantu dengan kelas-kelas yang dimiliki oleh Foodizz. Penasaran kelas apa saja? Silahkan klik link di sini ya!

Copyright © 2026 Kursus Foodizz