Mixue Halal, Brand Lokal Panik? 20 Strategi Menghadapi Serangan Brand Nasional di Daerah Kamu.

“Bro gimana dengan adanya Mixue di daerahmu, secara produk khan ga beda jauh tuh” ………. Pertanyaan yg sempat saya tanyakan salah satu peserta Foodizz Master Class (FMC) Foodizz yang kebetulan sudah punya belasan cabang di satu daerah ajah.

“Wah aman mas, bedalah kita punya keunikan sendiri biarpun jualannya sama, terus sering melakukan inovasi serta kita lebih kenal dengan konsumen kita, selain itu harganya juga bersaing kok, kita kelola biaya dengan baik, jadi masih untung bagus”.

Pertanyaan iseng ini sebetulnya karena lagi heboh-heboh Mixue halal, exposure medianya luar biasa memang, banyak banget yang bahas dan jelas hal ini menguntungkan Mixue. Tapi anyway Sahabat Foodizz semua, sebetulnya kita perlu panik ga sih dengan agresivitas, harga dan konsep yang Mixue tawarkan?

Menurut Foodizz penting dan perlu, kenapa? Agar kita selalu waspada dan terpacu untuk terus melakukan inovasi, tapi tidak perlu juga khawatir berlebihan karena suka tidak suka khan memang sudah atau pasti hadir, artinya memang harus dihadapi, bukan hanya Mixue loh, tapi berbagai brand lain yang mungkin coming soon di daerah kamu.

Nah pertanyannya tentu, gimana yah kita menghadapi brand nasional (bahkan internasional) seperti Mixue dan brand-brand lainnya di kategori produk yang berbeda jika mereka hadir di kota kita? Nah yuk kita bahas, ada 20 strategi yang bisa Sahabat Foodizz gunakan. Let’s go!

Ghost Shopper a.k.a Pelanggan Hantu

Pagi ini seperti biasa jam 7 lewat cari coffeeshop untuk sekedar relax membuka hari dan memulai aktifitas pekerjaan. Kebetulan lagi beredar di Jakarta sehingga googling dulu di Google Maps coffeeshop terdekat, baca-baca review, cek review di TikTok, baru kemudian cek Instagramnya dan memutuskan untuk datang.

Kesan pertama, reviewnya keren-keren, tempatnya kekinian, mayan banyak yang review “berbayar dan gratis” dan dari beberapa review ini tempat asik banget untuk diskusi dan kerja. Ok let’s go, apalagi di google bukanya jam 7 pagi, cucok lah buat pencari inspirasi pagi kayak saya ini.

Sampai di lokasi jam 7.30, ternyata pintu masih tulisan CLOSE, tanya yang jaga parkir “Pak, udah buka?”, “Wah bentar mas saya tanya dulu karyawannya” …… Masuklah si Bapak ke dalem, kemudian keluar “sudah mas” sambil membalikan papan tulisan “Close” menjadi “Open” di pintu. Dalam hati saya, “buka kok izin karyawan dulu” hehe, jadi gunanya Google ditulis open jam 7 pagi apa? “Oh ini sih ownernya pasti SOP udah buka jam 7 pagi” hehe, tapi pada prakteknya di lapangan “gimana karyawannya”. Lack of control sudah pasti dan hal ini sering terjadi di banyak tempat.

Ok lah, langsung masuk deh dengan harapan bisa nyaman nih kerja dan diskusi sampe pas masuk, DHUARRR musiknya GEDE bener suaranya, keliatannya karyawannya “ENJOY” dengan musik gede ini, tapi owner yang buat coffeeshop ini, kira-kira dibuat untuk bikin “karyawan enjoy” atau konsumennya yang nyaman?. Yah sudah lah, toh ga ada pilihan juga deket-deket sini.

Dateng ke kasir, NO SMILE, kayak muka suntuk terima konsumen hehe, begitu anter kopi eh jari karyawannya pegang gelasnya di pinggiran tempat bibir menghirup nikmatnya kopi (karena gelasnya ga ada gagang, biasa kekinian” jadi ajah sedikit ngomelin “mas jangan dipegang di bagian bibir, khan ini buat diminum” sambil karyawannya nyelonong ajah.

Blom selesai nih, pas cari meja, lah kok mejanya banyak yang goyang-goyang yah, padahal untuk ukuran Coffeeshop 1.000 m2 dengan investasi miliaran nih pasti, harusnya hal-hal detail seperti ini jangan sampai terjadi. Blom lagi display gelas kaca di taro di atas bar, yg tadinya konsep keren malah jadi mirip dapur, blom lagi alat-alat pembersihnya juga di “display” tanpa disimpan di tempatnya jadi ajah merusak pandangan mata.

Ok, what’s next? Karyawan ada 7, sebagian masih merokok di ruang konsumen pula, bagian dapur keliatan pula makan sisa alpukat serving buat konsumen. Balik lagi 7 karyawan di pagi yang jumlah konsumennya 7 orang? Seriusan nih? Ga kebayang OPEX (biaya operasional) nya berapa nih, yang punya nih SULTAN kali yah, ga cari untung dari bisnisnyanya, buat amal ajah kali hehe.

Nah temen-temen saya bukan lagi komplain tapi lagi pura-pura jadi Ghost Shopper / Pelanggan Hantu yang sengaja di bayar oleh pemilik untuk pura-pura jadi pelanggan dan kemudian memberikan review jujur terkait operasional outletnya sehingga si pemilik bisa melakukan evaluasi secara menyeluruh karena dia tau, viral ajah ga cukup, dan bukan jaminan bisa menjadi sustain, karena pada akhirnya MARKETING BRING CUSTOMER, BUT OPERATION BRING CUSTOMER BACK. “Bisnis kuliner itu dimulai ketika konsumen KEMBALI MEMBELI dan MEREKOMENDASIKAN brand kita”.

Cek 6 WOW Effect yang Membuat Konsumen Harus Booking 1 bulan Buat Makan di Joogla

Kota Bandung dengan segala daya tarik kulinernya tak henti-henti memberikan pecinta kuliner kejutan. Bukan hanya makanan yang bisa memanjakan lidah dan perut tapi experience yang luar biasa. Maka tak salah jika Kota Bandung menyandang peringkat 5 besar Kota kuliner Asia bersama dengan Bangkok, Hongkong, New Delhi, dan Seoul (Detik.com: 2022). Kali ini Foodizz akan mengulas sebuah culinary experience menarik di tengah Kota Bandung, yang mungkin sudah pernah lewat di FYP TikTok sahabat Foodizz semua, yaitu Joongla Pop up Dining Experience di tengah pasar di Kota Bandung. Yang kabarnya cuma butuh 1 menit untuk full booked  selama 2 bulan! Wah, ini edan sih. Kali ini kami akan membagikan pengalaman team Foodizz ketika makan disana dan kami akan merangkum insight menarik yang Foodizz dapatkan.

Sebelumnya, Foodizz bakal jelasin sedikit apa sih Pop up dining experience itu. Jadi konsep Pop up dining experience ini mengadaptasi konsep omakase dari Jepang dimana konsumen cukup membayar satu paket makan yang sudah terdiri dari makanan pembuka, makanan utama, dan pencuci mulut. Dimana nantinya chef akan langsung melayani konsumen secara langsung mulai dari preparation sampai makanan itu disajikan. Pop up disini mengacu ke lokasi makan yang gak biasa yaitu di dalam pasar Cihapit di Kota Bandung. Sehingga dapat menghadirkan pengalaman makan yang menarik. dimana lagi kita bakal menemukan konsep makan omakase ala Jepang dengan pelayanan ala fine dining tapi lokasinya di tengah pasar tradisional?

The Journey

Kali ini penulis bersama lima team Foodizz lainnya ikutan di episode Malu-malu Kuciang Sumatera. Jadi Joongla ini akan merilis Episode baru di tiap tiga bulan dengan tema yang berbeda-beda. Kali ini adalah khasanah kuliner Sumatera yang tersaji di episode Malu-malu Kuciang Sumatera.

Petualangan dimulai dari titik kumpul dimana kami peserta diinstruksikan untuk berkumpul di Seroja Bake yang terletak di kawasan Cihapit, Kota Bandung. Di titik kumpul ini kami langsung dipandu oleh Kak Farah Mauludynna, atau beliau biasa dipanggil dengan sebutan Teh Dynna. Teh Dynna mulai bercerita  tentang konsep yang Joongla usung dan visi misi Joongla, sehingga lahirlah konsep Pop up dining experience ini. Setelah itu Teh Dynna juga menjelaskan mengapa titik kumpul pertama ini di Seroja Bake. Teh Dynna menceritakan value dari Seroja Bake dimana Seroja Bake adalah bakery with a mission. Misi Seroja Bake ingin memajukan petani lokal dengan cara mensubstitusi sebagian bahan baku yang didapatkan secara impor dengan bahan baku yang di produksi oleh petani lokal. Misi inilah yang sama-sama di usung oleh Joongla yang memprioritaskan bahan baku dari petani lokal.

Berikutnya kami diajak untuk mengenal pasar Cihapit dari sisi sejarah. Salah satunya kami ditunjukkan bangunan yang masih otentik peninggalan lama yang sekarang digunakan oleh Bakmi Tjo Kin dan Toko Kopi Djawa. Dari sana kami diajak masuk kedalam pasar melalui gang Masjid Istiqamah. Kami juga melewati salah satu destinasi wisata kuliner yang digandrungi warga Jakarta yaitu Gang Nikmat. Selama perjalanan Teh Dynna mengenalkan brand-brand kuliner lain di dalam pasar Cihapit mulai dari yang melegenda seperti Lotek Tjihapit, Warung Nasi Bu Eha, Serabi Cihapit sampai yang kekinian seperti Nasi Telur Sumber Rejeki, Bakmi Feng, Konklusi, dan masih banyak yang lainnya. Hal ini yang bikin kami makin tertarik untuk wisata kuliner di pasar Cihapit setelah ini.

Sampailah kami di depan Joongla setelah diajak muter-muter di pasar Cihapit. Pas pertama sampai tempatnya masih tertutup oleh rolling door, setelah  kami sampai langsung lah kami di sambut dengan cara rolling door nya terbuka keatas dan didalamnya sudah ada dua chef yang akan melayani kami, yaitu chef Kemal dan chef Nunu. Tempatnya berbentuk seperti dapur yang terdapat enam buah kursi untuk duduk di depannya. 

Setelah tour keliling pasar yang dipenuhi dengan cerita ditambah sambutan awal yang mengesankan, masuklah ke acara inti yaitu makan-makan. Tapi sebelum bercerita tentang pengalaman makannya, foodizz mau highlight sedikit tentang service nya.  Pertama untuk kursi sudah ditentukan sesuai nama kita jadi Waitresss yang melayani sudah hapal nama kita berdasarkan tempat duduk yang sudah ditentukan. Jadi saat Waitress ingin mengisi air atau memberikan alat makan dengan ramah Waitress menyebut nama kita yang sudah mereka hapal “Maaf Kak Syarif permisi saya tambahkan yaa airnya”. Service ala fine dining yang juara.

Di Awal dijelaskan dulu latar belakang dari tema Malu-malu kuciang Sumatera. Malu-malu kuciang ini bermaksud jika Joongla ingin berkenalan dengan kita semua sebagai episode pertama Joongla. 

Okee set makanan disini terinspirasi dari khasanah kuliner Sumatera yang kaya akan rempah, gurih, dan bersantan. Untuk makan pembuka dimulai dari dadiah yaitu yoghurt khas Sumatera Barat yang difermentasi di dalam bambu. Dadiah ini dicampur beberapa bahan seperti timun, dan makannya dengan mengolesi dadiah ini ke terong yang digoreng dengan tepung. Lalu dilanjut dengan menikmati segarnya rujak samalanga dengan citarasa asam manis pedas yang pastinya segar karena ditambah es serut jeruk kecombrang, sebuah kombinasi yang unik. Makanan berikutnya adalah mie celor Palembang menurut penulis ini si juaranya karena kuah yang kaya rempah dan rasa kaldu udang yang sangat fresh benar-benar memanjakan lidah di setiap sruputannya. Melompat ke makanan utama yaitu yang diberi judul Serambi Sumatera dada ayam yang bisa kita tau teksturnya kering dan berserat ini disulap jadi super juicy kalo di perdagingan ini si Wagyu A5 versi daging ayam, ditambah kuah yang gurih dan kental khas makanan Sumatera yang bersantan. Rangkaian hidangan ini ditutup dengan es krim kelapa yang manis dan creamy. Itu dia mungkin review singkat dari set menu Malu-malu Kuciang Sumatera dari Joongla.

Petualangan kuliner di pasar Cihapit ini ditutup dengan kami berfoto bersama dan kami dipersilahkan untuk masuk ke dalam dapurnya untuk berfoto. Sebuah pengalaman berkuliner yang benar-benar dikemas dengan mengesankan.

Saat artikel ini ditulis episode Malu-malu Kuciang mungkin sudah berakhir dan dilanjutkan dengan Episode berikutnya yang pastinya akan seru pula. Buat mau kepoin Joongla bisa cek di akun Instagram Joongla yaa.

8 Hal Yang Harus Disiapkan Dalam Membangun Bisnis Kuliner Dari Nol

Kuliner merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan. Di era yang serba praktis, orang sudah tidak mau repot lagi, tidak banyak keluarga yang sempat untuk menyajikan aneka masakan di rumah atau masak bersama karena kesibukan yang semakin banyak. Ceruk pasar kuliner yang semakin besar tentu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Namun apa yang harus dilakukan untuk bisa memulai bisnis kuliner? Berikut beberapa tips memulai bisnis kuliner dari nol yang bisa langsung temen-temen kuliner praktekan.

1. Bangun purpose yang kuat

  • Purpose tujuan yang besar dan mulia
  • Bisnis merupakan kendaraan kita untuk mencapai tujuan
  • Duit merupakan bensin dan bekal agar kendaraan kita berjalan
  • Tim adalah sopir dan penumpang yang akan pergi bersama ketujuan tersebut
  • Pesaing, konsumen, pemerintah, dll merupakan semua hal yang akan menjadi “teman” dalam perjalan tersebut

2. Siapkan mindset

  • Bisnis itu soal kerja keras
  • Bisnis itu soal belajar keras
  • Tidak ada jaminan untuk bisa sukses
  • 24 x 7 jam per week
  • Diragukan, di cemooh, dll itu biasa
  • Buang jauh-jauh rasa nyaman

3. Siapkan ilmu bisnis kuliner

Mengapa penting? Karena :

  • Ilmu untuk menyusun purpose
  • Ilmu untuk menjalankan kendaraan (bisnis)
  • Ilmu untuk mendapatkan dan mengelola bisnis dan bekal
  • Ilmu untuk berhadapan dengan pasar, pesaing, konsumen, dan semua kondisi kelak di perjalanan

4. Siapkan konsep produk yang kuat

  • Produk jual aja yg sudah tervalidasi
  • Produk yang tervalidasi kasih differensiasi yang kuat sehingga menjadi pilihan konsumen
  • Lakukan riset bagaimana mencari differensiasi tersebut
  • Lakukan develop produk dengan detail terkait differensiasi produk ini
  • Lakukan tes market
  • Ini tahap awal untuk UKM mencari kekuatan dari sisi produk terlebih dahulu, ke depan jika berkembang bisa mulai brand nya diarahkan untuk value yang lebih kuat seperti experience, motivasi, spirit, dll

5. Buat kalkulasi business plan yang detail

  • Wajib, jib wajib dan wajib
  • Kalkulasi detail semua angka mulai dari omzet, COGS, opex, profit, revenue stream, growth, sumber dana
  • Di E-course Foodizz ada kelas Membangun Bisnis Kuliner dari Nol di sana temen-temen bisa belajar soal ini
  • Cari mentor atau  advisor jika perlu untuk tahapan ini karena akan sangat menentukan banyak hal

6. Team lebih baik

  • Tim mempercepat semua proses sampai ke eksekusi
  • Bagi resiko dan bagi pusing
  • Membuat awareness lebih besar juga karena masing-masing orang punya circle
  • Tapi hati-hati semua harus hitam di atas putih, jgn hanya kata sepakat
  • Hanya punya purpose yang sama, jika tidak lebih baik tidak jadi

7. Siapkan sumber modal karena ini penting banget

Sumber modal ini bisa dari berbagai sumber

  • Dana sendiri
  • Dana udunan
  • Dana Angel Investor
  • Dana pinjaman komersial/ pribadi
  • Dana Crowdfunding (Syirka)
  • Dana Venture Capital
  • Kenapa duit penting?
  • Duit itu bensin untuk bisnis bisa jalan sesuai rencana bukan berjalan dulu ajah
  • Duit bisa membuat planning berjalan sesuai business plan sehingga punya peluang berhasil lebih baik karena sudah rapih dan sesuai plan sejak awal
  • Duit juga membuat kita lebih tenang menjalankan bisnis apalagi kita tentu membutuhkan dana untuk keperluan pribadi juga

8. Doa dan berserah diri

  • Karena pada akhirnya Allah yg tentukan hasilnya bukan kita
  • Kita butuh pertolongan Allah untuk menjalankan dunia bisnis
  • Dengan hal ini setidaknya semua jadi nilai ibadah untuk kita, jadi tidak pernah ada kata gagal di mata Allah
  • Hal inilah yang membuat kita akan terus bersyukur dengan semua hal yang sudah kita lalui dan jalankan

Ini Dia 3 Cara Hadapi Komplain Pelanggan Buat Kamu Si Grogi!

FOODIZZ.ID – Bandung. Restoran kamu sudah besar, pelanggan sudah banyak hilir mudik datang setiap jam. Akan tetapi dalam jam-jam tersebut selalu ada yang melayangkan komplain, entah mengenai rasa ataupun kecepatan penyajian makanan. Bahkan tidak sedikit yang tiba-tiba komplain di sos-med padahal ketika ditanyakan oleh Head Waitress, tidak ada komplain sama sekali. Tipe konsumen seperti ini yang kadang membuat pusing pemilik bisnis kuliner.

Dalam artikel kali ini, Foodizz coba berikan 3 cara hadapi komplain pelanggan ya. Nah buat pebisnis kuliner yang sering grogi ketika menghadapi komplain, artikel ini wajib dibaca banget!

1. Dengarkan & Catat

Jika kamu bertindak sebagai pemilik utama bisnis, katakanlah direktur utama kuliner, jika ada konsumen yang langsung komplain kepada mu, hadapi dengan santai. Dengarkan keluh kesah mereka mengenai makanan yang dihidangkan ataupun kecepatan penyajian makanan. Dengarkan, dengarkan, dengarkan.

Setelah mendengarkan dengan baik, catat semua keluhan dari konsumen tersebut dan bisa dijadikan evaluasi di akhir bulan atau bahkan langsung di akhir shift.

Nah buat yang bertidak sebagai waitress, lakukan hal yang sama ya. Jangan pernah membantah konsumen ketika mereka sedang dalam puncak emosinya. Biarkan mereka marah-marah terlebih dahulu, baru kita jelaskan kondisi yang sedang terjadi.

2. Simulasi Setiap Hari

Karyawan yang bertindak di bagian depan restoran, harus sering diberikan pelatihan mengenai komplain pelanggan. Tidak semua karyawan bisa langsung menerima komplain dan tidak semua karyawan bisa menahan emosi ketika konsumen datang dan langsung marah-marah.

Semua bisa dibentuk dan “dibiasakan” dalam bentuk study case atau studi kasus. Jika pelanggan marah karena A, bisa dihadapi dengan B, misalnya.

3. Cepat Ambil Keputusan

Jika komplain yang terjadi sudah sangat parah, misalnya makanan tidak datang dalam waktu 2 jam padahal hanya pesan ayam geprek, sudah tentu harus diberikan treatment spesial ya Sahabat Foodizz! Karena hal ini pasti akan membuat konsumen tidak mau datang lagi.

Kamu sebagai manajer atau pemilik bisnis, harus ambil keputusan cepat dan tepat agar konsumen tidak semakin marah. Prioritaskan konsumen terlebih dahulu meskipun kadang kesalahannya dibuat oleh mereka sendiri. Ambil keputusan di sini bisa berbentuk voucher, atau diskon, atau bahkan jika hampir kriminal, bisa diusir keluar restoran.

Ya begitulah Sahabat Foodizz. Komplain pasti akan selalu terjadi meskipun semua sudah memiliki SOP dengan baik. Sekelas jaringan makanan cepat saji pun pasti akan ada komplain-komplain setiap harinya. Jangan menyerah dan tetap semangat ya! Jika kamu sudah mau menyerah, serahkan ke Foodizz dengan klik link ini ya!

Baru Mulai Bisnis Catering? Ini loh 4 Cara Buat Promosikan Bisnis Catering kamu!

FOODIZZ.ID – Bandung. Semenjak pandemi 2020 lalu, banyak katering-katering rumahan yang berkembang, karena adanya batasan untuk keluar rumah sementara perputaran uang pun harus tetap dilakukan. Katering-katering rumahan ini di tahun 2023 banyak yang masih bertahan dan berkembang lebih luas, banyak pula yang akhirnya sudah bubar. Hal ini tentunya dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah bagaimana cara mempromosikan bisnis katering tersebut.

Foodizz sebagai edukator bisnis kuliner terbesar di Indonesia, akan memberikan 4 cara promosi yang baik dan benar untuk bisnis katering kamu. Ini nggak cuma buat katering rumahan aja ya, tapi juga buat katering skala besar. Berikut tips-tips nya!

1. Promosi GRATIS

Bagi yang baru memulai, memang betul membutuhkan modal cukup besar untuk membuka katering baik rumahan maupun skala besar. Salah satu cara yang mudah untuk menarik konsumen adalah dengan memberikan PROMOSI GRATIS KATERING untuk beberapa perusahaan atau individu.

Promosi tersebut bisa dilakukan setelah deal dengan konsumen, misalnya beli 100 box gratis 50 box, atau bisa juga sebelumnya. Jadi memberikan semacam tester dengan harapan konsumen tersebut akan langsung deal untuk jangka waktu beberapa bulan.

2. Minta Pendapat & Testimoni

Misalnya kita sebagai pemilik bisnis sudah memberikan produk gratis terhadap beberapa perusahaan atau individu, minta pendapat mereka mengenai produk yang kita berikan. Terima masukan baik kritik ataupun saran dari mereka, agar bisnis kita bisa semakin berkembang. Misalnya dari sisi rasa ada yang kurang pedas, atau malah terlalu pedas. Dari sisi kemasan ada yang bocor, dengarkan semua itu dan pasti bisnis kamu akan semakin berkembang!

Jangan lupa juga untuk minta ijin pada mereka, jika ada testimoni yang bagus akan di-upload di Instagram atau Tiktok. Hal ini akan membantu katering kamu semakin berkembang.

3. Buatlah Akun Sosial Media

Jaman sekarang, sosial-media menjadi hal yang tidak bisa dilepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Banyak referensi makanan muncul dari sana, begitupula tren-tren apa yang sedang terjadi.

Tugas kita sebagai pemilik bisnis katering adalah mengikuti tren tersebut, atau bahkan membuat tren agar bisa terus bertahan dengan gempuran bisnis katering lain. Itulah pentingnya membuat branding di sosial-media.

4. Referral atau Promo Terbaru

Misalnya bisnis katering kamu sudah deal dengan perusahaan besar, pemesanan 500 box setiap harinya, berikanlah mereka promo-promo. Misalnya pembelian 500 box bulan pertama akan mendapat diskon 20% di pembelian setiap bulan genap, atau promo lain yang menarik.

Untuk referral, biasanya lebih cocok pada konsumen individu. Misal ada konsumen yang menawarkan produk kamu ke teman-temannya, konsumen tersebut akan mendapatkan 5% dari hasil penjualan.

Foodizz sudah berikan 4 tips penting dalam perkembangan katering kamu. Apa harus dilakukan? Harus dong kalau mau berkembang pesat! Nah kalau sudah dilakukan tapi masih stuck? Bisa banget hubungi Foodizz di Bandung. Datang ke kantor langsung bisa kok! Bisa klik link disini ya biar lebih detail informasinya!

Mau belajar bisnis kuliner dari nol? Sekaligus dibimbing oleh mentor berpengalaman? Semua materi akan dikupas tuntas sesuai real case brand-brand besar bisnis kuliner melalui workshop di bawah ini :


Setiap batch nya selalu full seat loh Kak Apalagi seat nya terbatas! Buruan kunci seat nya jangan sampai orang lain yang ambil, silahkan hubungi CS Foodizz melalui link di bawah ini

3 Cara Bikin Kemasan Ini Bakal Bikin Bisnis Kuliner Kamu Berkembang Loh!

FOODIZZ.ID – Bandung. Sebagai pebisnis kuliner, apapun akan kita lakukan agar bisnis kita semakin berkembang ke arah yang lebih baik. Dari mulai mengundang influencer, promo-promo diskon bulanan, sampai mengeluarkan menu-menu unik nan menarik. Nah ternyata, ada loh cara lain yang bisa dilakukan agar bisnis kuliner kita semakin berkembang, yaitu membuat packing atau bungkus yang eye catching.

Bungkus atau kemasan produk secara tidak langsung akan mempengaruhi persepsi konsumen untuk membeli makanan atau minuman yang dijual. Bisa saja hanya minuman Es Tebu tapi dikemas dengan botol yang menarik, bisa mendatangkan seribu lebih pembeli setiap harinya. Bisa saja Wagyu A5 yang terkenal akan harganya, dikemas dengan bungkus daun pisang, malah konsumen jadi malas untuk membeli.

Nah oleh karena itu, Foodizz Bandung akan berikan 3 cara bikin kemasan agar bisnis kuliner kamu berkembang! Berikut cara-cara yang Foodizz berikan.

1. Ukur Kemasan Agar Sesuai

Bayangkan kamu menjual gado-gado porsi normal, tapi pakai packaging untuk dimsum dengan isi 50 biji. Sudah tentu tidak cocok kan? Nah itu dia. Kemasan yang digunakan harus sesuai ukurannya dengan apa yang dijual. Misalnya mau jual Es Tebu ukuran 1 liter, tidak mungkin menggunakan botol 500ml, kecuali memang dijual dalam ukuran 500ml tersebut.

Ingat, jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil ya. Usahakan buat kemasan dengan standar food grade juga!

2. Warna & Desain Keren

Kemasan yang digunakan adalah yang menjual. Maksudnya menjual di sini adalah dengan sekali lihat, orang sudah pasti akan membeli produk tersebut. Gunakan warna-warna unik dan menarik seperti warna kontrak hitam-kuning-merah. Jangan lupa tempelkan logo yang menarik jika packaging yang digunakan masih sebatas kotak sederhana.

Untuk desain pun begitu. Jika kita sudah mantap berbisnis, harus menggunakan custom packaging agar merek kita semakin terkenal, juga para calon konsumen akan lebih gampang mencari produk kita di pasaran.

3. Masukkan Informasi Jelas

Terakhir, masukkan informasi yang jelas tentang produk yang Sahabat Foodizz jual. Apakah itu logo halal, atau ijin MUI, atau informasi gizi. Semua harus dicantumkan ya agar konsumen yakin untuk membeli produk yang kamu jual.

Di atas adalah 3 cara bikin bikin kemasan agar bisnis kuliner kamu berkembang. Nah di Foodizz sendiri, ada loh vendor-vendor yang memang biasa untuk membuat packaging tersebut. Penasaran? Kamu bisa klik link ini ya untuk info lebih lanjut!

Berikut 4 Panduan Merekrut Karyawan Profesional Bergaji Besar

FOODIZZ.ID – Bandung. Bisnis kuliner berskala besar biasanya tidak mau merekrut karyawan dengan level fresh graduate untuk level manajerial atau staf senior. Biasanya mereka akan merekrut karyawan dengan pengalaman lebih dari 4 tahun dan atau memiliki keahlian di bidang tertentu, sehingga bisa membuat perusahaan menjadi lebih berkembang dari segi laba maupun nama.

Dengan merekrut karyawan profesional yang punya pengalaman lengkap nan mantap, sudah tentu membutuhkan biaya yang besar untuk merekrut karyawan tersebut. Karena karyawan profesional biasanya sudah terbiasa memperhitungkan gaji, fasilitas, dan keuntungan-keuntungan lain yang akan mereka dapatkan.

Dalam artikel kali ini, Foodizz akan berikan 4 panduan merekrut karyawan profesional bergaji besar. Apa saja tips dan trik nya? Berikut daftarnya.

1. Apa Tujuan Rekrut Karyawan Tersebut ?

Apa tujuan merekrut karyawan dengan level profesional yang biasa disebut Pro Hire? Hanya ingin menambah jumlah karyawan atau ada agenda lain? Hal tersebut harus diperjelas dengan argumen serta data-data yang dibutuhkan. Apakah karyawan profesional tersebut bisa menambah laba perusahaan, atau apakah karyawan profesional tersebut bisa memperluas lini bisnis anda? Silahkan dirapatkan dengan jajaran manajemen.

Pada intinya, dalam perekrutan tersebut harus jelas motif serta tujuannya apa. Jika hanya sekedar “membawa saudara dari A atau B”, sebaiknya jangan dilakukan.

2. Cek Pengalaman & Proyek yang Dikerjakan

Karyawan profesional berbeda dengan fresh graduate. Mereka punya pengalaman-pengalaman yang tidak bisa dihiraukan. Ada yang bertahun-tahun di bidang perminyakan misal, atau menjadi ahli di bidang digital marketing. Ini juga harus diperhatikan mengingat gaji yang mereka minta juga tidak main-main.

Selain periksa pengalaman, periksa juga proyek-proyek yang mereka pernah lakukan. Misalnya jika ahli dalam digital marketing, cek akun IG atau sosmed campaign apa saja yang sudah dilakukan. Lalu berhasil atau tidak dari campaign tersebut.

3. Track Record Pekerjaan Sebelumnya

Jaman sekarang, judul atau judi online menjadi momok bagi semua kalangan, termasuk para pemilik bisnis. Sudah banyak karyawannya yang menjadi korban dari kegiatan negatif tersebut. Oleh karena itu, periksa dengan detail track record calon karyawan tersebut. Apakah pernah melakukan fraud atau penggelapan, apakah pernah berseteru dengan manajerial atau atasan, dan lainnya.

Lalu poin yang paling penting adalah yang terakhir, yaitu:

4. Gaji & Fasilitas

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, karyawan profesional sudah paham mengenai hak mereka. Salah satunya adalah gaji dan fasilitas apa yang akan didapatkan ketika bergabung.

Oleh karena itu, kita sebagai recruiter juga harus mengerti kebutuhan dan keinginan mereka. Hal ini tentunya bisa dibicarakan dengan baik. Kita sebagai recruiter juga tidak boleh terlalu memaksa keinginan kita, jika calon karyawan tersebut memiliki kualifikasi di atas rata-rata dan ingin gaji serta fasilitas sepadan.

Di atas adalah 4 panduan untuk merekrut karyawan profesional bergaji besar. Bagi para pebisnis kuliner yang ingin konsultasi mengenai hal ini, bisa menghubungi Tim CS Foodizz untuk mengikuti Private Mentoring. Langsung klik link ini ya!

3 Alasan Pemilik Bisnis Wajib Melakukan Pertemuan Bulanan

FOODIZZ.ID – Bandung. Dalam skala kecil, bisnis kuliner biasanya hanya terdiri dari pemilik utama dan 3 atau 5 karyawan. Masing-masing karyawan difokuskan pada bagian dapur, kasir, pembukuan, waitress, dan kebutuhan lain. Akan tetapi beda cerita jika bisnis kuliner yang dimiliki sudah berskala besar dan memiliki lebih dari 50 karyawan. Harus ada pembagian tugas yang lebih detail serta struktur organisasional lebih ajeg atau paten, sehingga masing-masing akan fokus pada pekerjaannya.

Sebagai pemilik bisnis utama, katakanlah direktur utama, sudah tentu tidak bisa melakukan pekerjaan operasional di level karyawan biasa, ataupun pengawasan level manajer. Semua harus dilakukan melalui Helicopter View yang mana membutuhkan masukan-masukan dari para manajer atau supervisor.

Inilah kenapa Monthly Meeting atau pertemuan bulanan harus dilakukan. Berikut 3 alasan utama kenapa kegiatan tersebut harus dilakukan rutin setiap bulannya :

1. Pengecekan Laba & Rugi dan Pencocokan Keuangan

Di jaman sekarang, sudah banyak perusahaan yang menjual sistem POS (Point of Sales). Dengan adanya POS, pemilik bisnis utama bisa mengecek bagaimana keuangan harian dari restoran atau kafe yang dimilikinya. Sistem ini juga bisa digunakan untuk prediksi apakah bisnis berjalan dengan lancar atau sedang mengalami kendala.

Jika pemilik bisnis tidak melakukan hal ini. Sudah tentu akan berakibat fatal. Bisa-bisa bisnis yang baru dibentuk dalam waktu kurang dari satu tahun, hancur dalam waktu 1 bulan saja.

2. Pembuatan Program atau Produk Baru Untuk Menarik Pelanggan

Adanya rapat bulanan bisa memberikan kesempatan pada semua manajer atau supervisor yang hadir untuk memberikan masukan-masukan mengenai jenis produk atau program apa yang bisa dibuat di restoran tersebut. Katakanlah bulan Oktober mengalami lonjakan, berarti bulan November bisa dilakukan program diskon dengan tema tertentu. Bisa juga dengan ramainya menu Sate, manajer mengusulkan untuk mengeluarkan menu Sate Maranggi.

3. Prediksi Tantangan & Mendengar Kritik-Saran Konsumen

Selain memeriksa keuangan, juga pembuatan program-program baru, pemilik bisnis dan manajer harus bisa memprediksi tantangan apa yang akan terjadi kedepannya. Misalnya di bulan Oktober laba berkurang 10% padahal sudah melakukan promosi tertentu, berarti ada tantangan tertentu yang sepertinya akan terjadi di November atau bahkan Desember.

Tidak hanya itu, suara-suara konsumen juga harus turut didengarkan sehingga pemilik bisnis serta jajaran manajemen pun bisa memprediksi tantangan yang akan datang. Misalnya dari segi rasa, restoran sebelah memiliki rasa lebih manis sementara restoran kita memiliki rasa lebih tawar.

Dengan adanya 3 alasan utama tersebut, sebaiknya pemilik bisnis utama harus lebih berkomunikasi lagi dengan manajerial agar tercipta kerjasama yang lebih baik dan lebih mantap. Ada kesulitan? Foodizz siap membantu dengan kelas-kelas yang dimiliki oleh Foodizz. Penasaran kelas apa saja? Silahkan klik link di sini ya!

Copyright © 2026 Kursus Foodizz